Featured Post 6

NBHC

NORTH BEACH HARD CORE

HARDCORE IS NOT A FASHION . HARDCORE IS A PASSION . BY : YOSHI SWASTIKA cahhc.blogspot.com

NORTH BEACH HARD CORE

HARDCORE IS NOT A FASHION . HARDCORE IS A PASSION . BY : YOSHI SWASTIKA cahhc.blogspot.com

NORTH BEACH HARD CORE

HARDCORE IS NOT A FASHION . HARDCORE IS A PASSION . BY : YOSHI SWASTIKA cahhc.blogspot.com

NORTH BEACH HARD CORE

HARDCORE IS NOT A FASHION . HARDCORE IS A PASSION . BY : YOSHI SWASTIKA cahhc.blogspot.com

NORTH BEACH HARD CORE

HARDCORE IS NOT A FASHION . HARDCORE IS A PASSION . BY : YOSHI SWASTIKA cahhc.blogspot.com

Senin, 30 September 2013

3 TITIK HITAM

Band yang berasal dari Tenggarong, Kalimantan Timur, Indonesia. Terbentuk di akhir bulan April 2010. 3 Titik Hitam mengusung genre Metal/Hardcore/Metalcore.

Sebelum mengusung genre Metal/hardcore, band ini belum mempunyai nama dan juga logo band karena hanya berstatus “project band”. Dulunya band tanpa nama ini ber-genre Screamo, seperti Attack-Attack!, Asking Alexandria, Underoath atau semacamnya. Formasi awal pada saat itu adalah, Dicky(Vocal/Scream) , Ayie(Rythm/Clean Vocal), Zia(Bass) dan Egha(Drum).  Tetapi, karena tidak adanya kemajuan saat memainkan musik-musik Screamo, datang sebuah pemikiran untuk mengubah genre, yaitu menjadi Deathcore atau Metal/Hardcore. Setelah sepakat, dipilihlah Metal/Hardcore sebagai genrenya.

Nama “3 Titik Hitam” sendiri terinspirasi dari judul lagu Burgerkill, lagu yang terkenal dengan makna yang dalam & penuh arti. Nama tersebut diusulkan oleh seorang teman kami yang mungkin tidak mau disebutkan siapa namanya, hehe.

Event pertama 3TH(singkatan 3 Tiga Titik Hitam) yaitu Tenggarong Rise of Year, tepat pada tanggal 31 Desember 2010 atau saat malam tahun baru. Beberapa bulan sebelum event tersebut diadakan, masuklah Selo sebagai Lead Guitar. Setelah event Tenggarong Rise of Year, event kedua 3TH adalah Hell Generation of Metalhead di Samarinda , event tersebut adalah event terakhir bagi Zia sebelum digantikan oleh Amad. Ketidak konsistenan Zia membuat kami memutuskan untuk mengeluarkan Zia dari band ini.

3 Titik Hitam terinfluence dari Burgerkill, Nemesis, Beside, Vision Eyes , As I Lay Dying, Lamb of God , Miss May I, Bullet For My Valentine, Dimension Zero dsb.

Sampai saat ini, 3 Titik Hitam mempunyai beberapa lagu yang sudah di record seperti Bangsa Penjajah, Aku dan Dosaku, Angkara Murka dan Genggaman Tuhan. Dan juga mempunyai beberapa lagu yang belum di record dan masih dalam proses pencarian materi.

Anggota  :

- Dicky : Vocal/Scream

- Selo    : Lead

- Ayie   : Rythm/Clean Vocal

- Egha   : Drum

- Amad : Bass


KICK IT OUT

kickitout 

 

 

KICK IT OUT band hardcore asal Bandung merilis single untuk album pertamanya dengan title “Seruan Pembuas” rencananya akan segera dirilis pada bulan September 2013 mendatang. Dalam album pertamanya tersebut selain meluncurkan single Aparat Moral juga akan meluncurkan 6 lagu baru, 4 lagu yang diaransemen versi baru dari Album EP sebelumnya dan satu lagu yang diremix dengan nuansa elektronik.

Aparat Moral disini merepresentasikan realitas tentang suatu kelompok yang enggan menerima perbedaan satu sama lain dan menjadikan agama sebagai pembenaran untuk melakukan permusuhan dan peperangan oleh mereka yang dianggap beda dari kelompoknya.

Single Aparat Moral ini liriknya ditulis oleh Angga Badilz (Manager KICK IT OUT) dan berfeaturing dengan Addy Gembel vokalis band death metal Forgotten.Single Aparat Moral ini akan dibagikan secara free download di official site KICK IT OUT http://kickitouthardcore.tk dan mulai publish pada hari Sabtu 20 Juli 2013 pukul 15.00 WIB yang akan diberitahukan melalui akun twitter @kickitouthc.

Selain single Aparat Moral juga akan mengeluarkan sebuah video testimony tentang album “Seruan Pembuas” ini dari musisi-musisi kota Bandung, diantaranya Addy Gembel “Forgotten”, Adit Xumis “The Sigit”, Angkuy & Nobie “Bottlesmoker’, Athink “Alone At Last”, Themfuck “Jeruji” dan banyak lagi. KICK IT OUT adalah : Sebuah grup musik hardcore asal Bandung yang terbentuk sejak 7 September 2009.

Sejak awal pembentukannya, band ini sempat mengalami bongkar pasang formasi. Sebelumnya ditinggalkan oleh Jhon (Bass), terus Aga (Drum), disusul oleh Budi (Bass), kemudian Doni (Gitar), dan terakhir oleh Fajar (Bass). Hingga sekarang personil yang bertahan hanya 3 orang. Dan formasi terkini dari KICK IT OUT adalah Idink (Vocal), Djay (Gitar), dan Domdom (Drum). Untuk posisi Bass dan Gitar 2 masih dibantu oleh additional tetap yaitu Adam dan Adi.

Minggu, 29 September 2013

PRETBALL

 

Pretball, yah sebuah band hardcore asal Ngawi yang di gawangi oleh Mamox, Kopox, Roval, dan Aanx mengawali musiknya pada akhir tahun 2010, namun jam terbangnya seakan kian melangit seiring bangkitnya para penikmat musik Metal di Ngawi yang sempat meredup. Saya memang tidak tau banyak tentang Band ini, namun karena sering mendolo nyawang perform menjumpai aksi mereka di setiap ivent yang saya datangi di Ngawi, sayapun tertarik untuk berburu informasi tentang band ini dan alhasil menemukan beberapa akun mereka seperti myspace, reverbnation, twitter, facebook, dan inilah secuil kata dari pretball yang saya comot dari reverbnation
PRETBALL IS A HARDCORE BAND..started in late 2010 Mamox, Kopox, Roval and Aanx want to make a band start with a cover song of Biohazard, Madball and Hatebreed. We have no idea for the name so we called PRETBALL we play a new new style of music, a not so fast. We ve just relased our debut album "TAKE HOLD OF MY HAND"

SHARKBITE

Sharkbite 

Sharkbite adalah salah satu band hardcore yang sedang “naik daun” di Malang. Digawangi: Yayak Furious (Vocal), Wildan Salis (Guitar), Yogi Bagas (Bass), Bogi Crawford (Drum), Sharkbite memiliki materi yang cukup mantap. Beberapa panggung di Jakarta, Kediri dan Malang telah menjadi bukti bagaimana musik mereka telah menciptakan pasukan tersendiri. Dan bahkan di tumblr Solidrock, mas Samack juga merekomendasikan mereka. Maka, selamat membaca kawan… Apakah kalian penggemar film Jaws-nya Spielberg sehingga lantas menamai band kalian dengan nama Sharkbite? Wahh itu film lama yang kerenn sekali, sekitar tahun 1995 ya. Emang sih di film tersebut memperlihatkan betapa ganasnya hiu dan sayat-sayatannya yang menakutkan. Tapi jangan salah, kami suka sekali film animasi 'Finding Nemo' lohh, coba liat deh ada salah satu karakter hiu yang namanya Sharkbite. Sebenarnya, kita nggak terinspirasi sama nemo dan jaws kok. Justru “Sharkbite” sendiri kami ambil dari suatu fenomena, waktu itu saya (Wildan) nonton acara National Geographic dan di situ menceritakan tentang dokumenter beberapa orang yang selamat dari serangan hiu pas mereka lagi surfing, nggak pas surfing aja, tapi banyak sekalig victims yang kena gigit dan mati gitu pas berenang di pantai. Parah dehh! Nah, dari situ saya langsung ngomong ama si Yogi, gimana kalo nama band kita diberi nama “Sharkbite” aja. Saya juga berpikiran nama “Sharkbite” sendiri memilki makna yang kuat walaupun jika diterjemahkan ke bahasa indonesia terlihat sangat lucu dan biasa. Kemudian, maksud lain saya ngasih nama band “Sharkbite” itu biar gak monoton aja, karena di Malang sendiri belum ada band hardcore yang nyelipin nama binatang. Nah, maka dari itu apa salahnya saya pake nama itu dan siapa tau bawa hoki, hehehe…

LOOKING BACK

 http://mankommalam.files.wordpress.com/2013/04/looking-back.jpg 

Kompak, berbahaya,keras,semangat namun dengan lirik lagu penuh filosofi . Mungkin itulah gambaran dari Looking Back. Band yang didirikan pada bulan November 2009 di sebuah kota kecil Citayam. Dengan formasi awal Ricky (lead gitar 1) , Jack (vokalis) , Faris (lead gitas 2), Rendi a.k.a Cibe (bass),dan Bongar (drum) . sebelum menyematkan nama Looking Back, band tersebut bernama Fighting back. Seiring berjalannya waktu awal tahun 2010 sang drummer,Bongar keluar dari band karena mengalami masalah internal. Sontak sang penggagas tidak mau band tersebut menggunakan nama Fighting Back karena nama tersebut merupakan ia yang berikan. Lalu mereka mengganti nama band tersebut menjadi Looking Back. Tak lama Bongar keluar,akhirnya mendapatkan drummer baru yaitu Ndu. Pada Bulan Juli 2011 giliran sang gitaris yang hengkang dari band Ricky dan posisinya disi oleh Fahcri. Looking Back sendiri mempunyai arti yaitu memandang masa lalu maksudnya dalam menjalani kehidupan kita jangan hanya melihat kearah depan saja,tetapi masa lalu juga mempengaruhi hidup kita dan merupakan guru yang sangat berarti. Ungkap sang bassis Rendi. Nama tersebut terinspirasi dari perjalanan masa lalu personil band yang mengalami pasang surut kehidupan. Band yang memilih aliran hardcore sendiri memiliki alasan tersendiri. “Musik Hardcore sudah merasuk dalam jiwa kami,nahkan udah mendarah daging.” Ungkap bangga pria yang biasa disapa Cibe. Karena musik hardcore itu unik,sesuai dengan jiwa anak muda yang selalu semangat tanpa mengenal lelah ,tambah pria berbadan gemuk ini.

MORNINGSICK - TETAP SEMANGAT DI JALAN INI

Ditengah kebisingan di situ kami berdiri
Setumpuk harapan dalam ketidakpastian
Diambang kehancuran di situ kami berdiri
Dengan sisa energi dan tubuh renta ini


Entah kapan ini semua kan berakhir

Sepenuh hati kami lalui dan hadapi

Tatap kedepan penuh semangat

pantang menyerah

Di hari ini, esok, dan seterusnya


Semangat ini kan terus menyala

Semangat ini adalah harapan


Untuk jalani hidup

Gapai semua mimpi

LAST KISS FROM AVELIN - SESAK DALAM GELAP

Hancurkan saja semua
Saat ku nikmati segalanya
Singkirkan saja rencana
Agar kau buat ku merasa

Kecewa berdosa miliki hati yang
Kau punya ku puja ku anggap busuk semua

Chorus:
Asingkan ragaku dalam gelap
Hingga sesak dan terlelap
Hindarkan jiwaku pada hari
dimana kau akan mencari, ku di sini

Genjat senjata kau kekang
Dan terkam ku dari belakang
Sebaiknya kau berkaca
Jilat ludah yang telah kau cerca
Sempurna semua saat kau pergi dan
Kembali untuknya berdosa membekas akhirnya

Chorus:
Asingkan ragaku dalam gelap
Hingga sesak dan terlelap
Hindarkan jiwaku pada hari
Dimana kau akan mencari
Persetan denganmu alasanmu
Ku anggap naskah tak berlaku
Kabari ku lagi lewat angin
Berhembus halus hempaskanku, membunuhku

LAST KISS FROM AVELIN

Awal berdirinya LAST KISS FROM AVELIN pada tanggal 9 desember 2009, band projectkan wiel, anjjar, dan riffal yg awalnya bernama SCARED OF MOM ini beranggotakan hanya 3 orang dengan formasi sebagai berikut :

Wiell - guitar and back vocal, anjjar - bass and vocal, dan riffal - drum, sehingga membentuk suatu band yang mengambil jalur screamo/post hardcore sebagai kiblat nya. Dalam perjalanannya LAST ...KISS FROM AVELIN banyak ter-influence band luar seperti SAOSIN dan sering membawa kan lagu-lagu mereka, selain itu LAST KISS FROM AVELIN juga membawa kan lagu-lagu karya LAST KISS FROM AVELIN sendiri.

Sekitar pertengahan desember LAST KISS FROM AVELIN memutuskan menambah 2 personil untuk mengisi posisi vocal dan gitar, agar wiell dan anjjar dapat fokus untuk bagianya masing masing, lalu anjjar mencarinya lewat situs jejaring sosial FRIENDSTER, hingga akhirnya posisi vocal di isi oleh ichall dan posisi gitar di isi oleh arie. Di tengah berjalannya LAST KISS FROM AVELIN, riffal (drumer) tiba-tiba memutuskan untuk hengkang dari band dikarena kan sibuk dengan pekerjaannya di luar kota. Line-up berubah kembali, Untuk mengisi kekurangan di posisi Drum akhirnya gege yg tidak lain adalah paman dari riffal, di ajak oleh anjjar untuk bergabung mengisi posisi Drum. Akhirnya setelah beberapa kali bergonta-ganti formasi, ini lah formasi LAST KISS FROM AVELIN : ichall – vocal, wiel – guitar, arie – guitar, anjjar – bass, dan gege – drum.

LAST KISS FROM AVELIN sering sekali mengisi acara acara di bandung, Selama Berjalan kurang dari satu tahun dalam bermusik , akhirnya LAST KISS FROM AVELIN menambah personel di vocal, LAST KISS FROM AVELIN sendiri merekrut ijhrael aswidin noor sebagai vocalis, yg tidak lain adalah teman kampus ichall. Dengan kreativitas yang tak terbatas LAST KISS FROM AVELIN berusaha untuk terus berkarya dari lagu mereka yang diantarnya : 1. Sesak dalam gelap 2. Untold unswer, but you keep asking ! 3. 31th december (incident in last night) yang di rilis pada pertengahan tahun 2010. Yang alhamdulillah lagu lagunya dapat diterima oleh publik, Hal itu terbukti dengan beberapa lagu yang sering ikut dinyanyikan oleh penonton seperti hits “sesak dalam gelap”.

Setelah berjalan satu tahun lebih, LAST KISS FROM AVELIN untuk kesekian kalinya kehilangan personelnya, yg kali ini arie (guitar) yg memutuskan untuk lebih giat bekerja dan ijhrael aswidin noor (vocal – clean) hengkang karna lebih memilih solo projectnya. Seiring berjalanya waktu dan proses audisi untuk mengisi vocal, alhamdulillah LAST KISS FROM AVELIN menemukan sosok irman dan kumank yg menurut kita cukup untuk mengisi karakter vocal dan guitar di LAST KISS FROM AVELIN, dan dengan segera merilis 3 lagu baru yg berjudul 4. Sleepy town 5. When my wing was broken because of you dan yg terakhir berjudul 6. Avelin. Pada single terbaru ini LAST KISS FROM AVELIN terlihat lebih beda dalam segi musikalitas dan materi lagunya.

LAST KISS FROM AVELIN berharap dengan terus berjalannya band ini dapat membawa angin segar dalam perubahan musik di Indonesia yang terus berkembang. Adapun visi dan misi LAST KISS FROM AVELIN sendiri adalah menjadikan musik sebagai suatu warna kehidupan yang mampu berperan sebagai pelengkap kebutuhan hidup manusia, menampilkan musik yang bisa diterima oleh semua kalangan serta mampu menghibur, khususnya kalangan muda yang banyak mengalami dinamika perkembangan zaman dan menampilkan performa terbaik bagi para pendengar LAST KISS FROM AVELIN baik dalam live, stages, maupun dalam karya musik (materi lagu) yang LAST KISS FROM AVELIN hasilkan.

Members :

• Wiel : (Lead Guitar)

• Kumank : (Guitar Rynthm)

• Anjar : (Bass)

MORNING SICK


MORNING SICK, sebuah band oldschool hardcore asal Kendal-Kaliwungu, Jawa Tengah yang beberapa waktu lalu merilis full length album perdananya bertajuk "Tetap Semangat di Jalan Ini". Dengan menetasnya album tersebut membawa jam terbang yang semakin tinggi bagi mereka. Tanpa ba-bi-bu yang terlalu panjang, check this out!

Hai temen-temen MORNING SICK!! Apa kabar? Sebelumnya terimakasih atas waktunya buat ngobrol-ngobrol santai ini. Hehe!

Tsani: Halo mas Nanu, kabar baik dan tetap semangat pastinya. Hehehe! Terimakasih juga atas waktunya.

Tmon: Alhamdulillah sehat mas!

Adi: Kabar juga baik mas. Hehehe!

Nian: Alhamdulillah sehat.


Tolong perkenalkan masing-masing dari kalian, posisi di band, kesibukannya, hobi, status, dll . Supaya dekat dengan para pembaca.. Hehee!

Tsani: Saya Tsani, pada vokal. Lagi sibuk menata hidup yang sudah mulai masuk masa usia kompromi. Buakakakak! Hobi desain dan bersepeda.

Tmon: Tmon pada gitar, lagi sibuk ngumpulin duit buat married. Hahaha…

Adi: Saya Adi pada bass. Sibuk bantu bantuin Ibu bikin kue di rumah. Barangkali mas-mas yang di sana ada yang minat kue bikinan Ibu saya. Hahaha! status masih lajang. Hahaha! Hobi futsal, fingerboard, dan mancing. (Weiitsss, sangat berminat. Kalo pesen yang Vegan bisa ga, Di? Hehe! Red)

Nian: Nian Syah, drum. Lagi sibuk menikmati hidup dan memperkaya hati. Hobi menikmati hal yang menyenangkan. Status, tiap hari update. (Hahaa! Masyuukk!! Red)

GENDAR PECEL

WE ARE FROM SURAKARTA

Kami merupakan sekelompok anak muda yang ganteng (menurut kami), yang berkarya lewat jalur musik HARDCORE PARODY.
Sedikit artian cerita tentang genre kami, pengertian jenis genre tersebut mungkin asing di telinga kalian, apa itu PARODY, pengertiannya dalam penggunaan yang umum adalah suatu hasil karya yang digunakan untuk memelesetkan dari isi cerita, memberikan komentar atas.

Karya asli judulnya ataupun tentang pengarangnya dengan cara yang lucu atau bersifat komedi, bukan sebagai plagiat, bisa di jalur film, karangan cerita, dan musik, tetapi kita lebih mendalami di musik yaitu musik HARDCORE, mungkin kami mencari sensasi berbeda dari jenis old school, new school, beatdown dll, dan kami mencoba untuk berputar ide untuk menjadikan parodi itu ada.

Do mudeng ra?? hahahaha.

Mungkin kalian mendengarkan lagu kami mirip dengan lagu band terkenal, dan itu bukan mirip lagi, itu memang karya mereka dan kami memPARODYkan band tersebut dan kami membawakan dengan cara komedi, itulah yang di sebut dengan definisi PARODY.

Sepenggal cerita tentang genre yang kami usung.

Agar kalian semua tau bahwa kami ada dan inilah kami GENDAR PECEL.

BESTIALITY

Terbentuk di Tj. Priok,tahun 1997. Semua bermula ketika beberapa orang teman sepakat untuk menyatukan visi dan misi dalam sebuah band.Setelah lama melalang lintang di dunia hardcore indonesia dan berganti-ganti personil akhirnya Bestiality dapat diakui dan mendapat kesempatan bermain menjadi band pembuka beberapa band luar negri. Hardcore yang terbentuk pun tidak jauh dari suasana dan lingkungan m

ereka hidup dan di besarkan yang keras dan panas.Musik yang intens,serta lirik yang penuh pesan sosial menjadi lekat dalam musik mereka.Pada tahun 2003, Bestiality merilis Album perdananya ”Try to feel be a part of opression – AUNORYSM RECORD.”

KAMI ADA KARENA KALIAN DAN KAMI DISINI AKAN TERUS TETAP BERTAHAN!!

Bestiality are :

Erwin Guitara as vocal

Bugis Sigub PFF as drum

Reza Tuak as guitar

Qubil Rawk as guitar

Dika Morasta as bass

Contact Person : +62 838 7984 2084 (Erwin)

JERUJI

Jeruji "Warlock" New Album Release

Jeruji

Siapa yang tak kenal pelantun lagu legendaris "Lawan" (yang sarat dengan anti kemapanan dan kritik politik)? Sebagai pengikut dan saksi sejarah dunia musik underground maka nama mereka tidaklah asing.

Jeruji, mengawali kecadasannya di ranah underground semenjak tahun 1997 lewat album kompilasi Bandung's Burning rilisan Riotic Records. Jeruji kini bukan hanya membuktikan eksistensinya, tetapi seakan menobatkan diri sebagai band cadas yang tak lekang oleh waktu. 'Warlock' yang dirilis sejak November 2010 bukanlah sekedar album demi memperpanjang eksistensi Jeruji semata, tapi juga adalah sebuah manifestasi dari ideologi tentang ketidakpuasan, amarah, kritik, serta kontemplasi pada masalah-masalah sosial yang terjadi dikeseharian banyak orang.

Band yang sudah tidak lagi diragukan eksistensinya ini, kini memboyong wajah familiar Aleandre (Full of Hate) dan Pengek (Take a Stand). Nikmatilah rasa baru dari mereka yang sangat tematik dengan oldschool hardcore.

D.I.Y. (DO IT YOURSELF)

Kenapa D.I.Y.? pada mulanya, belum ada perdebatan tentang major label dan sebangsanya. D.I.Y. berkembang di hardcore karena keterbatasan oknum untuk menolong. yang peduli tentang scene, band dan orang-orang di dalamnya ya komunitas itu sendiri. gak ada sponsor untuk biayain acara, gak ada label besar yang mau mengkontrak musik-musik keras seperti itu. jadinya? acara bikin sendiri, flyer-flayer disebarluaskan sendiri, musik bikin sendiri, label bikin sendiri, tour bikin sendiri. dan ketika semua ini berhasil, D.I.Y. menjadi sebuah filosofi panutan bagi para hardcore kids di jaman itu. intinya, hardcore pada awalnya bukan untuk duit. kalau untuk duit, banyak band-band generasi pertama yang akan berhenti setelah beberapa minggu karna musik hardcore pada awalnya tidak pasaran dan gak akan ngebuat personilnya kaya. ketika hardcore mulai merambah sukses, banyak label-label major tertarik dan sponsor-sponsor bermunculan, dan perdebatan pun dimulai, antara D.I.Y. vs Mainstream.

Taun 86 sampai akhir 80an adalah masa-masa perluasan hardcore, atau banyak yang bilang, masa-masa berakhirnya kejayaan oldskool hardcore. karna di masa ini, gak hanya banyak orang-orang penting di scene hardcore meninggal, atau beranjak tua dan pergi dari hardcore, atau menikah dan pindah, dll. tapi banyak band-band yang bubar dan banyak band-band yang merambah ke genre musik lain.

Black flag, dead kennedys, minor threat, ikon-ikon hardcore generasi awal berjatuhan. Ian McKaye beralih ke fugazi, post hardcore lahir, TSOL dan circle jerks berkiblat jadi metal, beastie boys berkiblat ke rap, bad brains melambat dan makin reggae, Husker Du dan beberapa band lainnya masuk major label, indie rock metal dan new wave berjaya menelan hardcore, terlalu banyak kekerasan di gigs hardcore terutama New York, LA dan Boston, Crossover, Thrashcore dan perluasan HC pun bermunculan dengan band-band seperti : Void, Suicidal Tendencies, D.R.I., dll.


Minggu, 22 September 2013

OUTRIGHT

Mulai pada akhir tahun 2004 anggota asli berada di sekolah tinggi yang sama, mencoba untuk membuat sesuatu yang baru untuk memulai sebuah band. Para anggota band adalah Ryan - drum, Asuy-Bass, Bart-gitar dan datang dalam Ryan kawasan Ricky-voc kita mulai dengan lagu penutup dari Rancid, Agnostic Front, Biohazard dan Hatebreed.

EAST COAST EMPIRE

East Coast Empire adalah sebuah komunitas hardcore ( hardcore crew ) dari sebuah scene besar Malang City Hardcore ( MCHC ). East Coast Empire yang secara haraflah berari “kerajaan timur” adalah sebuah hardcore crew yang berasal dari kota Malang, yang nonabene berada di pulau jawa bagian timur.

East Coast Empire membawa misi untuk menunjukan pada khalayak bahwa scene MCHC belum mati. Setelah banyak terjadi pro dan kontra mengenai MCHC, baik intern maupun ekstern dari scene itu sendiri.

East Coast Empire merasa perlu untuk membangun kembali scene MCHC, mengembalikan kejayaan MCHC yang beberapa tahun lalu pernah sangat popular, khususnya di kalangan Hardcore Kids Indonesia.

East Coast Empire yang sebagian orangnya adalah orang – orang yang dulu pernah bahu – membahu membangun scene MCHC, merasa bahwa saat ini scene hardcore di kota Malang hampir tanpa pergerakan. Saat ini scene hardcore di kota Malang adalah sebuah scene besar yang terpecah – pecah.

Beberapa tahun lalu, Hardcore Kids di kota malang berusahan bersatu dalam satu scene, akan tetapi saat ini Hardcore Kids banyak membuat komunitas – komunitas dan kelompok – kelompok kecil dengan membawa paham dan kepentingan – kepentingan pribadi mereka sendiri, tanpa berusaha untuk menjaga nama scene MCHC yang secara tidak langsung juga membesarkan nama mereka.

East Coast Empire adalah sebuah tempat dimana di dalamnya terdapat orang – orang yang masih perduli terhadap kelanjutan scene MCHC, terlepas dari segala hal yang melabeli mereka.

Scene East Coast Empire ini berdiri berkat perjuangan yang selaras dengan visi dan misi generasi tua dan generasi muda. Dan kini saatnya generasi muda melakukan perjuangan mereka seperti apa yang telah di capai hardcore kids lama terdahulu. Perjuangan ini dari sekelumit orang yang bersedia untuk bertahan demi Malang City Hardcore.

Apalagi scene East Coast Empire saat ini memiliki band – band hardcore seperti Children Of Terror, Last Threat, Step Ahead, Give Me A Chance, Burning My soul, Hand Of Hope, Little Murder, Difficult And Hard, Hard Trick, Hail Of Fire, Holyshit, Hold On dan Screamsick99. Dan dukungan dari band – band lawas seperti Breath Of Despair, Hindsight, Case Of Justice dan Honesty.

Dan perjuangan ini semua adalah sebuah komitmen untuk tetap loyal terhadap Malang City Hardcore agar tetap menjadi scene yang menjadi panutan kota lain untuk memaikan music hardcore itu sendiri.

LOSER

Musik....
Kalau di tanya "apasih musik yg km suka?"
pastinya tanpa ragu aku selalu jawab "aku suka musik hardcore"

Hardcore bukanlah musik asal-asalan seperti steatment banyak orang..
Musik ini menuntut setiap personilnya harus bisa bener-bener mahir dalam bermain alat musik
setiap personil juga harus punya filling bagus dalam memilih nada, karena di hardcore kita main dengan nada yg berbeda satu samalain.
suara vocalis hardcore juga nggak asal-asalan teriak. kita punya 2 teknik yaitu groul dan scream. diantara semua personil vocalis mempunyai resiko yang cukup besar. resiko yang di alami seperti radang tenggorokan, luka pita suara bahkan yg di takutkan yaitu putusnya pita suara.

stetment orang lain tentang hardcore adalah orang hardcore adalah orang-orang urakan, kasar, suram yang g punya masa depan.
memang ada orang seperti itu tp nggak semua anak hardcore kaya gitu. banyak kok anak hardcore yang berprestasi.
ngomong-ngomong tentang kasar ! orang hardcore sangat berkebalikan dengan kostum mereka.
kostum metal tp hati tetep pink hahahah :D
KAMI ADALAH PEMILIK HATI MALAIKAT TP BERBADAN SETAN :D
jadi jangan pernah lihat kami dari luarnya...

cukup segini aja fakta tentang musik dan orang-orang hardcore...

Rabu, 11 September 2013

STRAIGHT EDGE ERA 2000AN


Seiring dengan jalannya waktu dan lahirnya band-band baru, cap negatif terhadap Straight Edge berangsur-angsur pulih. Komunitas dan band-band Straight Edge tahun 2000′an mempersatukan kembali kultur punk rock kepada kondisi awalnya yang lebih toleran terhadap komunitas dan band-band lain yang non-Straight Edge. Ya, scene Straight Edge mengalami pendewasaan. Mereka sudah berbaur di satu panggung dengan band-band yang non-Straight Edge. Mengingat Straight Edge adalah gaya hidup yang lebih ke personal choice. Band-band Straight Edge yang menonjol di era 2000′an diantaranya: Champion, Carry On, The Unseen, Good Clean Fun, Casey Jones, Trial, Have Heart, Verse, Down To Nothing, Throwdown, Allegiance, Cast Aside, Desperate Measures, Stop And Think, Mental, Betrayed, Shere Khan and Youth Attack.

 

Well, musik cadas tidak selamanya identik dengan term “sex, drugs & alcohol”. Straight Edge lahir sebagai budaya tandingan yang dapat menjadi alternatif sebagai gaya hidup dan pandangan hidup. Saat ini Straight Edge tidak hanya berkutit di scene punk/hardcore, namun sudah meluas ke berbagai genre. Ya, Straight Edge sudah benar-benar di adaptasi sebagai gaya hidup. Seorang penggemar atau musisi r&b, pop, soul, ska, dll pun sudah bisa memegang gaya hidup Straight Edge. Walaupun demikian, yang paling diutamakan mereka harus tahu dari mana asal muasal gaya hidup Straight Edge itu lahir. Don’t forget the roots! Enjoy Straight Edge!

STRAIGHT EDGE SEMPAT MENJADI MILITAN

Di dalam perkembangannya, Straight Edge juga sempat “ternoda” dengan beberapa perilaku militan dari band Straight Edge itu sendiri. Dan band yang paling menonjol sikap hardline dan militannya adalah Earth Crisis. Setelah gaya hidup Straigth Edge sempat berkembang sampai ke perihal vegan/vegetarian pada akhir 80′an, di awal tahun 90′an bermunculan band-band yang mengadopsi paham serupa namun mereka cenderung lebih militan. Militan disini mereka cenderung judgemental, minim toleransi terhadap non-Straight Edge dan berpotensi melakukan kekerasan. Mereka berpikir bahwa dengan metode movement yang hardline dan militan akan lebih efektif dalam mempromosikan hidup bersih. Padahal hal tersebut justru menjadi bomerang bagi mereka sendiri. Dan tentunya Straight Edge saat itu sempat tercoreng dan mulai menjadi bahan cemoohan di scene underground.

STRAIGHT EDGE MERAMBAH GAYA HIDUP VEGAN/VEGETARIAN

Ternyata seiring perkembangannya, Straight Edge mulai berkaitan juga dengan perihal pergerakan animal rights, vegan dan vegetarian. Youth Of Today adalah band yang paling “vokal” menyuarakan perihal animal rights, vegan dan vegetarian pada tahun 1988. Dalam lirik lagu “No More”, Ray Cappo vokalis Youth Of Today menekankan tentang pandangannya terhadap animal rights dan vegan: “Meat-eating, flesh-eating, think about it/ so callous this crime we commit”. Sampai akhirnya banyak band yang menyuarakan hal yang sama. Dan hampir semua band di akhir tahun 1980an di Amerika dan Kanada menyuarakan tentang animal rights dan animal cruelty. Namun bukan berarti juga bahwa seorang vegan/vegetarian itu adalah seorang Straight Edge, begitu juga sebaliknya. Menjadi vegan/vegetarian bukanlah sebuah keharusan di dalam gaya hidup Straight Edge. Vegan dan vegetarian hanya bagian dari perkembangan Straight Edge itu sendiri dan semua kembali kepada pilihan masing-masing. Disini juga perlu ditekankan kembali baha Straight Edge juga bukanlah sebuah agama. Straight Edge hanyalah sebuah motivasi hidup untuk tidak merusak diri sendiri dengan mengkonsumsi zat-zat yang dianggap berbahaya untuk diri sendiri. Dan penyikapannya kembali kepada kontrol individu.

STRAIGHT EDGE ERA "YOUTH CREW"

Walaupun pada awalnya secara musikal, band-band Straight Edge terdengar tipikal, di pertengahan tahun 80′an musiknya mulai berkembang dan meluas sesuai dengan karakter band masing-masing. Era “Youth Crew” lahir ketika band-band punk/hardcore Straight Edge mulai menjamur dan akhirnya mereka memiliki kecenderungan untuk “bersatu” membuat movement dan media sendiri untuk menyebar luaskan gaya hidup Straight Edge. Namun bukan berarti mereka tidak manggung bersama band-band yang non-Straight Edge. Mereka justru lebih mengedepankan semangat persatuan. Ya, semacam komunitas yang lahir karena point of view yang sama: menyukai musik punk/hardcore sebagai bagian dari subkultur yang tercipta saat itu. Gorilla Biscuits, Judge, Bold, Youth of Today adalah salah satu band yang menonjol di era “Youth Crew”.

STRAIGHT EDGE ERA "OLD SCHOOL"

Seiring perkembangannya, gaya hidup Straight Edge banyak di adaptasi oleh band-band lainnya seperti: 7 Seconds, SSD, Uniform Choice, Cause for Alarm. Band-band tersebut adalah band punk/hardcore yang berada di era “oldschool”. Band-band era “oldschool” lebih banyak berteriak tentang movement Straight Edge dibanding bernyanyi. Lagu mereka terdengar bak orang yang sedang orasi namun diiringi musik agresif dan cepat a la punk/hardcore. Ya, style seperti itu akhirnya menjadi ciri khas band punk/hardcore di era “oldschool”.

STRAIGHT EDGE SIMBOL "X" DI PUNGGUNG TANGAN

Simbol “X” di punggung tangan adalah simbol gaya hidup Straight Edge secara general. Simbol “X” tersebut biasanya digunakan saat manggung atau datang ke gigs/acara. Ada juga yang dibuat dalam bentuk pin, t-shirt dan merchandise lainnya sebagai simbol propaganda Straight Edge. Sejarah awal simbol “X” di punggung tangan adalah ketika band Teen Idles tour ke San Francisco dan bermain di sebuah club bernama Mabuhay Gardens. Sebelum mereka pentas, pihak manajemen club ternyata melarang Teen Idles pentas karena masih dibawah umur untuk masuk ke club yang menjajakan minuman keras. Namun setelah kompromi panjang, akhirnya pihak manajemen club memperbolehkan mereka pentas asalkan setiap personel yang dibawah umur diberi tanda “X” di punggung tangannya dengan spidol sebagai tanda dibawah umur dan dilarang mengkonsumsi alkohol. Simbol “X” tersebut juga adalah untuk memudahkan bar tender mengetahui mana yang minum mana yang tidak. Dari moment itulah akhirnya simbol “X” di punggung tangan menjadi simbol pergerakan Straight Edge.

STRAIGHT EDGE

Straight Edge adalah gaya hidup (life style) yang bersikap abstain terhadap pengkonsumsian alkohol, rokok, drugs dan free sex. Gaya hidup Straight Edge mencoba untuk memberikan alternatif baru di scene punk/hardcore yang sempat identik dengan kebiasaan mabuk dan berakhir rusuh. Ya, paham Straight Edge memang lahir dari komunitas punk/hardcore. Berawal dari lagu yang berjudulu “Straight Edge” dari band Minor Treath tahun 1981. Sang frontman, Ian Mackaye memiliki pandangan bahwa harus ada perubahan positif di scene punk/hardcore. Isi lirik dalam lagu Straight Edge intinya adalah ada hal yang lebih baik daripada mabuk dan mengkonsumsi narkoba lalu berakhir ‘tumbang’ di acara konser. Sampai akhirnya judul lagu tersebut dijadikan gaya hidup bagi mereka yang sepaham dengan isi dari liriknya. Ide tentang Straight Edge juga sebenarnya sudah ada di dalam lagu-lagu band protopunk tahun 70′an yakni The Modern Lovers. Namun untuk istilah Straight Edge sendiri memang di adaptasi dari judul lagu Minor Threat. Pada awalnya paham Straight Edge berkembang di wilayah Washington D.C dan New York, sampai akhirnya berkembang juga di Canada.

SEJARAH HARDCORE


Hardcore, jelas dari susunan katanya terdiri dari kata Hard dan Core yang bisa diartikan “intinya keras”, so.. Bisa dibayangkan  jenis aliran musik ini sudah pasti musik keras dengan ciri khas musiknya secara umum yaitu: suara gitar yang lebih tebal, berat dan cepat, serta ledakan simbal dan double pedal drumnya yang memacu denyut jantung. Tipikal lagu biasanya sangat pendek, cepat dan keras, umumnya membawakan lagu tentang politik, kebebasan berpendapat, kekerasan, pengasingan diri dari sosial, straight edge, perang dan tentang sub-kultur hardcore itu sendiri. Tapi seiring perubahan jaman mungkin ada juga yang menggandeng tema percintaan (semoga tidak ada) serta effect  dan durasi lagu sudah tidak menjadi batasan.

Hardcore awalnya muncul dari musik Punk Rock, siapa yang tidak kenal punk? mungkin salah satu aliran musik yang mudah dikenal dan mudah di ingat jika dilihat dari gaya berpakaian komunitas aliran ini. Hardcore pertama muncul berasal dari Amerika Utara dan UK diakhir tahun 1970-an. Musik punk Inggris 70an seperti sham 69, the clash, the rezillos dll, ditambah musik punk Amerika 70an seperti ramones, germs, stooges dan lainnya adalah tipikal influensi untuk band-band hardcore Amerika generasi pertama
maka dari itu, beberapa band hardcore Amerika (terutama dominan di New York) mengadaptasi budaya skinhead Inggris, karena mereka banyak mendengarkan musik-musik dari sham 69, angelic upstart, the business dan lainnya.

Hardcore yang penikmatnya tidak memandang profesi siapa dan darimana asal serta umur orang-orangya ini, awalnya terdiri dari 3 Band yang mendirikannya, pertama yaitu Bad Brain yang menyebarkan aliran Hardcore dengan mengadakan konser – konser disebagian kota, sehingga musik Hardcore dapat dikenal oleh khalayak dan masyarakat luas.

Kemudian yang kedua yaitu ada Black Flag, mereka membentuk aliran ini dengan merubah aransemen lagu step – step menjadi lebih cepat, sehingga Hardcore mempunyai karakter musik sendiri.

Dan ketiga adalah Minor Threat pada Band ini yang membedakan antara musik Punk dan Hardcore dengan menyerukan straight edge pada komunitasnya yaitu dengan mengajak komunitas Hardcore untuk hidup lebih positif karena pada era tahun 1970-an tersebut banyak pemuda yang menyukai aliran punk yang meninggal dunia dengan sia – sia dikarenakan Narkoba.

10 BAND HARDCORE TERPOPULER DI DUNIA

  1. blood for blood

    Nama Band: Blood For Blood

    Sejak: 1995

    Negara: Amerika

    Popularitas: *A

    Fans: Ratusan

    Album: (10 Album) Hurt You

    (Cassette – 1995) – All Fucked Up

    (Live – 2006)

    Logo:

    blood for blood

  1. BFP

    Nama Band: Born From Pain

    Sejak: 1997

    Negara: Belanda

    Popularitas: *A

    Fans: Ratusan

    Album: (9 Album) Immortality

    (CD – 2001) – The New Future

    (CD – 2012)

    Logo:

    BFP Logo

  1. biohazard

    Nama Band: Biohazard

    Sejak: 1988

    Negara: Amerika

    Popularitas: *A

    Fans: Ratusan

    Album: (13 Album) Biohazard

    (CD – 1990) – Reborn in Defiance

    (CD – 2012)

    Logo:

    biohazard

  1. agnostic front

    Nama Band: Agnostic Front

    Sejak: 1982

    Negara: Amerika

    Popularitas: *A

    Fans: Ratusan

    Album: (23 Album)United Blood

    (EP – 1983) – My Life My Way

    (CD – 2011)

    Logo:

    agnostic front logo

  1. madball 

    Nama Band: Madball

    Sejak: 1988

    Negara: Amerika

    Popularitas: *A

    Fans: Ratusan

    Album: (14 Album) Balls of Destruction

    (EP – 1989) – Rebellion

    (EP – 2012)

    Logo:

    madball logo

  1. terror

    Nama Band: Terror (USA -1)

    Sejak: 2000

    Negara: Amerika

    Popularitas: *A

    Fans: Ratusan

    Album: (12 Album) Splitseveninch

    (Split – 2003) – No Regrets No Shame: The Bridge Nine Days (Live – 2012)

    Logo:

    terror logo

  1. tagada

    Nama Band: Tagada Jones

    Sejak: 1993

    Negara: Perancis

    Popularitas: *A

    Fans: Ratusan

    Album: (15 Album) Tagada Jones

    (CD – 1995) – Descente Aux Enfers (CD – 2011)

    Logo:

    tagada logo

  1. sick of it all

    Nama Band: Sick Of It All

    Sejak: 1986

    Negara: Amerika

    Puplaritas: *A

    Fans: Ratusan

    Album: (20 album) It’s Clobberin’ Time ! (Démo – 1986) – Nonstop (Compilation – 2011)

    Logo:

    sick of it all logo

  1. walls of jericho

    Nama Banda: Walls Of Jericho

    Sejak: 1998

    Negara: Amerika

    Popularitas: *A

    Fans: Ratusan

    Album: (7 Album) A Day and a Thousand Years (EP – 1999) – The American Dream (CD – 2008)

    Logo:

    walls of jericho logo

  1. hate breed

    Nama Band: Hatebreed

    Sejak: 1994

    Negara: Amerika

    Popularitas: *A

    Fans: Ribuan

    Album: (11 Album) Hatebreed – Neglect (Split – 1995) – Hatebreed (CD – 2009)

    Logo:

    hate breed logo


Salam Hardcore cinta damai. \m/ :)

Minggu, 08 September 2013

HARDCORE

Hardcore (hard core atau hard-core) adalah istilah generik yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang lebih ekstrem daripada versi biasanya. 

Merupakan salah satu subgenre dari punk rock yang berasal dari Amerika Utara dan UK diakhir tahun 1970-an

Ciri khas musiknya secara umum yaitu: suara gitar yang lebih tebal, berat dan cepat dari musik punk rock awal. 

Tipikal lagu biasanya sangat pendek, cepat dan keras, selalu membawakan lagu tentang politik, kebebasan berpendapat, kekerasan, pengasingan diri dari sosial, straight edge, perang dan tentang sub-kultur hardcore itu sendiri


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More