skip to main |
skip to sidebar
01.48
Unknown
Kenapa D.I.Y.? pada mulanya, belum ada perdebatan tentang
major label dan sebangsanya. D.I.Y. berkembang di hardcore karena
keterbatasan oknum untuk menolong. yang peduli tentang scene, band dan
orang-orang di dalamnya ya komunitas itu sendiri. gak ada sponsor untuk
biayain acara, gak ada label besar yang mau mengkontrak musik-musik
keras seperti itu. jadinya? acara bikin sendiri, flyer-flayer
disebarluaskan sendiri, musik bikin sendiri, label bikin sendiri, tour
bikin sendiri. dan ketika semua ini berhasil, D.I.Y. menjadi sebuah
filosofi panutan bagi para hardcore kids di jaman itu. intinya, hardcore
pada awalnya bukan untuk duit. kalau untuk duit, banyak band-band
generasi pertama yang akan berhenti setelah beberapa minggu karna musik
hardcore pada awalnya tidak pasaran dan gak akan ngebuat personilnya
kaya. ketika hardcore mulai merambah sukses, banyak label-label major
tertarik dan sponsor-sponsor bermunculan, dan perdebatan pun dimulai,
antara D.I.Y. vs Mainstream.
Taun 86 sampai akhir 80an adalah masa-masa perluasan hardcore, atau
banyak yang bilang, masa-masa berakhirnya kejayaan oldskool hardcore.
karna di masa ini, gak hanya banyak orang-orang penting di scene
hardcore meninggal, atau beranjak tua dan pergi dari hardcore, atau
menikah dan pindah, dll. tapi banyak band-band yang bubar dan banyak
band-band yang merambah ke genre musik lain.
Black flag, dead kennedys, minor threat, ikon-ikon hardcore generasi
awal berjatuhan. Ian McKaye beralih ke fugazi, post hardcore lahir, TSOL
dan circle jerks berkiblat jadi metal, beastie boys berkiblat ke rap,
bad brains melambat dan makin reggae, Husker Du dan beberapa band
lainnya masuk major label, indie rock metal dan new wave berjaya menelan
hardcore, terlalu banyak kekerasan di gigs hardcore terutama New York,
LA dan Boston, Crossover, Thrashcore dan perluasan HC pun bermunculan
dengan band-band seperti : Void, Suicidal Tendencies, D.R.I., dll.
Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar